Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Dorong Masyarakat Lebih Cerdas Kelola Uang dan Hindari Jeratan Utang

Antara • Kamis, 14 Mei 2026 | 15:36 WIB
Peserta mengikuti Seminar Literasi Keuangan bertajuk “Konsep Keuangan dalam Pemikiran Raja Ali Haji” yang digelar OJK Kepri bersama DPK Kepri di Batam, Kamis. F. OJK Kepri untuk Batam Pos
Peserta mengikuti Seminar Literasi Keuangan bertajuk “Konsep Keuangan dalam Pemikiran Raja Ali Haji” yang digelar OJK Kepri bersama DPK Kepri di Batam, Kamis. F. OJK Kepri untuk Batam Pos

batampos – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau menggandeng Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kepri untuk memperkuat literasi serta inklusi keuangan masyarakat. Upaya ini dilakukan dengan mengangkat pendekatan budaya dan nilai kearifan lokal Melayu.

Asisten Direktur Bagian Pelindungan Konsumen OJK Kepri, Muhammad Lutfi, mengatakan pemikiran ulama sekaligus sejarawan Melayu, Raja Ali Haji, relevan dengan upaya peningkatan literasi keuangan masyarakat saat ini.

“Literasi keuangan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang mendesak. Masyarakat yang cerdas keuangan akan mampu mengelola keuangan secara bijak, terhindar dari jeratan utang yang tidak produktif,” kata Lutfi, Kamis.

OJK Kepri menggelar Seminar Literasi Keuangan bertajuk “Konsep Keuangan dalam Pemikiran Raja Ali Haji” yang diikuti sekitar 100 peserta dari kalangan pustakawan, mahasiswa, akademisi, pegiat literasi budaya Melayu, hingga masyarakat umum.

Dalam forum tersebut dibahas pemikiran Raja Ali Haji terkait etika, amanah, tata kelola sosial ekonomi, hingga nilai kebijaksanaan dalam mengelola keuangan yang dinilai masih relevan dengan sistem ekonomi modern.

Kepala DPK Kepri, Moh. Bisri, turut menekankan pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai tersebut melalui penguatan budaya literasi keuangan di masyarakat.

Seminar juga menghadirkan Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia Kepri, Anastasia Wiwik Swastiwi, yang membahas relevansi pemikiran Raja Ali Haji terhadap tata kelola ekonomi modern, perencanaan keuangan, serta kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal.

Dalam kesempatan itu, OJK Kepri juga menyerahkan 17 buku literasi keuangan dengan berbagai tema, mulai dari perencanaan keuangan keluarga hingga literasi keuangan untuk semua jenjang pendidikan, termasuk calon pengantin, Pekerja Migran Indonesia (PMI), serta buku khusus perempuan.

Selain itu, OJK Kepri tengah mengembangkan Pojok Literasi di perpustakaan sebagai bagian dari program OJK Penggerak Duta Literasi Keuangan (OJK PEDULI) untuk memperluas edukasi keuangan di daerah.

Melalui program ini, OJK Kepri berharap sinergi lintas lembaga dapat terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat di Kepulauan Riau. (*)

Editor : Putut Ariyotejo
#Inklusi Keuangan #literasi keuangan #Raja Ali Haji #OJK Kepri #kepri