Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Dinkes Batam Waspadai Kenaikan DBD Saat Musim Hujan

Rengga Yuliandra • Rabu, 20 Mei 2026 | 16:06 WIB
Ilustrasi nyamuk aedes aegypti. F. Freepik
Ilustrasi nyamuk aedes aegypti. F. Freepik

batampos – Memasuki musim penghujan dan cuaca yang tidak menentu, Dinas Kesehatan Kota Batam mencatat peningkatan sejumlah penyakit musiman di Kota Batam. Penyakit yang paling banyak ditemukan dalam beberapa pekan terakhir meliputi demam berdarah dengue (DBD), infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) atau influenza, serta diare.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan tren kenaikan kasus memang terjadi selama masa pancaroba, namun kondisi tersebut masih dalam kategori terkendali dan belum menunjukkan lonjakan signifikan.

“Penyakit yang sering muncul di musim penghujan adalah DBD, ISPA atau influenza, dan diare,” ujar Didi, Rabu (20/5).

Berdasarkan data Dinkes Batam, hingga akhir April 2026 tercatat sebanyak 26 kasus DBD. Sementara dalam periode 1 hingga 19 Mei 2026 terdapat tambahan 20 kasus baru yang dilaporkan fasilitas kesehatan.

Meski mengalami peningkatan, angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dinkes mencatat kasus DBD hingga April 2025 mencapai 191 kasus, sedangkan pada periode yang sama tahun 2026 turun menjadi 142 kasus.

Baca Juga: PBB: Keselamatan Aktivis Flotilla Harus Dijamin, Bantuan Gaza Tak Boleh Terhambat

“Untuk kasus ISPA dan diare di bulan April juga ada peningkatan, tetapi tidak signifikan,” katanya.

Dinkes Batam mencatat wilayah dengan kasus DBD tertinggi saat ini berada di Kecamatan Sagulung dan Batuaji. Dua kawasan tersebut dinilai memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi karena masih ditemukan genangan air dan sanitasi lingkungan yang belum optimal.

Secara epidemiologis, genangan air bersih yang tidak tertutup menjadi media berkembang biak nyamuk Aedes aegypti, vektor utama penyebaran virus dengue. Perubahan cuaca ekstrem saat musim pancaroba juga dapat memengaruhi daya tahan tubuh masyarakat sehingga meningkatkan risiko penyakit infeksi.

Menurut Didi, peningkatan kasus DBD tidak terlepas dari rendahnya kesadaran menjaga kebersihan lingkungan dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Kasus DBD terjadi akibat kurangnya menjaga kebersihan lingkungan, kurangnya perilaku hidup bersih dan sehat, serta akibat peralihan musim pancaroba,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Pemko Batam melalui Dinkes telah menerbitkan Surat Edaran Wali Kota Batam Nomor 8 Tahun 2026 tentang Kewaspadaan Dini Peningkatan Kasus DBD.

Selain itu, Dinkes juga mengintensifkan Gerakan 3M Plus, yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat penampungan air, ditambah langkah pencegahan lain seperti penggunaan obat anti nyamuk dan menjaga kebersihan lingkungan.

Program Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J) juga terus didorong melalui edukasi di puskesmas, posyandu, sekolah, hingga kegiatan gotong royong warga.

Untuk wilayah yang ditemukan kasus DBD, petugas kesehatan melakukan fogging dengan radius sekitar 100 meter dari lokasi pasien. Namun Didi menegaskan fogging bukan langkah utama dalam pengendalian DBD.

“Fogging bukan solusi utama. Yang paling penting adalah pemberantasan sarang nyamuk dan menjaga lingkungan tetap bersih,” tegasnya.

Baca Juga: ASPPI Kepri Dorong Sinergi Pelaku Wisata Lewat Program “KISS”

Dinkes memastikan fasilitas kesehatan di Batam, baik puskesmas maupun rumah sakit, saat ini masih dalam kondisi siap menghadapi potensi peningkatan pasien selama musim hujan, termasuk dari sisi ketersediaan obat-obatan dan cairan infus.

Masyarakat juga diimbau menjaga daya tahan tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat dan segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala demam tinggi, nyeri otot, muntah, atau tanda-tanda lain yang mengarah pada DBD.

“Agar selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat, melaksanakan PSN, mengoptimalkan program G1R1J, rajin olahraga, mengonsumsi makanan bergizi seimbang untuk meningkatkan imun tubuh, serta segera melapor dan periksa ke fasilitas kesehatan terdekat bila terjadi demam,” pungkasnya. (*)

Editor : Putut Ariyo
#DBD Batam #kasus DBD 2026 #ISPA Batam #kesehatan Batam #dinkes batam