Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Puluhan Kontainer MV Golden Star 1 Belum Ditemukan, Satpolairud Barelang Tingkatkan Patroli di Selat Singapura

Yofie Yuhendri • Minggu, 7 Juni 2026 | 23:40 WIB
Tim KN P-376 KSOP Khusus Batam mengevakuasi seluruh awak kapal Golden Star 1 yang tenggelam di Selat Singapura setelah mengalami kebocoran hebat pada bagian haluan kapal. Foto: Istimewa
Tim KN P-376 KSOP Khusus Batam mengevakuasi seluruh awak kapal Golden Star 1 yang tenggelam di Selat Singapura setelah mengalami kebocoran hebat pada bagian haluan kapal. Foto: Istimewa

batampos – Puluhan kontainer muatan kapal kargo MV Golden Star 1 yang tenggelam di perairan Selat Malaka-Selat Singapura masih belum ditemukan. Kontainer yang diduga hanyut tersebut berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran di wilayah perairan Batam dan sekitarnya.

Menyikapi kondisi tersebut, Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polresta Barelang meningkatkan patroli perairan serta mengimbau seluruh pengguna jasa pelayaran untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas di jalur pelayaran internasional tersebut.

Kasat Polairud Polresta Barelang, Kompol I Kade Dwi Suryawandika, mengatakan patroli rutin terus dilakukan guna memantau kondisi perairan sekaligus memastikan aktivitas pelayaran tetap berlangsung aman dan lancar.

“Patroli terus kami lakukan untuk memastikan keselamatan pelayaran. Kami juga terus memantau perkembangan di lapangan dan berkoordinasi dengan instansi terkait,” ujar Kade, Minggu (7/6).

Selain memperkuat patroli, Satpolairud juga mengajak nelayan untuk ikut membantu melakukan pemantauan di wilayah perairan. Nelayan yang menemukan atau melihat keberadaan kontainer hanyut diminta segera melaporkannya kepada aparat berwenang agar dapat segera ditindaklanjuti.

Baca Juga: Singapura Bergerak Cepat, 14 Konten Provokatif terhadap Komunitas India Dihapus

“Kami minta nelayan yang menemukan atau melihat keberadaan kontainer tersebut agar segera melapor. Informasi itu akan kami teruskan kepada KSOP untuk ditindaklanjuti. Kami juga telah berkoordinasi dengan seluruh polsek yang memiliki wilayah perairan,” katanya.

Menurut Kade, hingga saat ini belum ada laporan kecelakaan laut maupun insiden pelayaran yang disebabkan oleh kontainer yang hanyut dari kapal tersebut. Namun demikian, potensi risiko tetap ada mengingat lokasi kejadian berada di salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia.

“Sejauh ini belum ada laporan kecelakaan ataupun insiden pelayaran yang disebabkan oleh kontainer yang hanyut. Namun kami tetap mengimbau seluruh nahkoda dan pengguna perairan untuk meningkatkan kewaspadaan,” tegasnya.

Sebelumnya, kapal kargo MV Golden Star 1 berbendera Tanzania dilaporkan tenggelam di wilayah Traffic Separation Scheme (TSS) Selat Malaka-Selat Singapura pada Jumat (5/6) malam. Dalam insiden tersebut, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam berhasil mengevakuasi sembilan awak kapal dalam keadaan selamat.

Berdasarkan laporan awal, kapal tersebut mengangkut 107 kontainer saat mengalami kecelakaan dan tenggelam di jalur pelayaran internasional yang menjadi urat nadi perdagangan global. Hingga kini, proses pemantauan dan pencarian terhadap kontainer yang belum ditemukan masih terus dilakukan oleh pihak terkait guna mengantisipasi gangguan terhadap keselamatan navigasi di perairan sekitar Batam.

Otoritas pelayaran mengimbau seluruh nahkoda kapal, operator pelayaran, serta nelayan yang beraktivitas di wilayah Selat Malaka dan Selat Singapura untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan jika menemukan benda mencurigakan yang diduga merupakan bagian dari muatan MV Golden Star 1. (*)

 

Editor : Putut Ariyo
#Keselamatan Pelayaran #MV Golden Star 1 #Satpolairud Barelang #selat singapura #KSOP Batam