Batampos - Kardinal Orlando Beltran Quevedo, Uskup Agung Emeritus Cotabato dari Filipina meraih penghargaan Harmony in Diversity Award atas dedikasinya membangun harmoni dan perdamaian lintas agama di tengah masyarakat yang beragam di Asia Tenggara. Penghargaan internasional yang digagas Temasek Foundation bersama 5P Global Movement dari Singapura ini diserahkan di Jakarta, Rabu (15/7/2026) lalu.
"Quevedo dipilih karena kiprahnya memperjuangkan perdamaian, rekonsiliasi, dan dialog lintas agama, khususnya di Mindanao selama lebih dari 10 tahun," ujar Direktur Eksekutif dan CEO Temasek Foundation, Ng Boon Heong lewat siaran persnya beberapa waktu lalu.
Sebagai kardinal pertama yang berasal dari Mindanao, sang romo dikenal konsisten mendorong konsep dialogue of life atau dialog dalam kehidupan sehari-hari sebagai fondasi memperkuat saling pengertian antarumat beragama dan komunitas.
Baca Juga: Investasi Batam 2025 Tembus Rp44,01 Triliun, Naik 72,83 Persen
“Harmoni bukan berarti tidak ada perbedaan. Harmoni adalah kesediaan kita menerima perbedaan dengan rasa hormat, kasih sayang, dan keinginan tulus untuk saling memahami,” ujar Quevedo usai diumumkan sebagai penerima penghargaan.
Tak hanya itu, bahkan ia berkontribusi mendirikan Bishops-Ulama Conference pada 1996 yang mempertemukan uskup Katolik, pendeta Protestan, dan ulama Muslim dalam forum kerja sama lintas agama dan aktif mendukung lahirnya kebijakan yang menjamin perlindungan hak dan kebebasan beribadah seluruh kelompok masyarakat, termasuk melalui Bangsa Moro Basic Law (BBL).
Ng Boon Heong mengatakan, dedikasi Kardinal Quevedo menjadi bukti harmoni tidak lahir secara instan, melainkan dibangun melalui komitmen yang konsisten.
"Melalui penghargaan ini, Temasek Foundation ingin mengangkat kisah para pembangun perdamaian agar menginspirasi lebih banyak pihak di Asia Tenggara," ungkapnya.
Harmony in Diversity Award sendiri diluncurkan sebagai iven apresiasi individu yang menjadi teladan dalam membangun kohesi sosial di Asia Tenggara sejak 1 Agustus 2025 lalu. Pada penyelenggaraan perdananya, penghargaan ini menerima lebih dari 70 nominasi dari berbagai negara di kawasan. Penerima dipilih oleh dewan juri yang beranggotakan sejumlah tokoh regional Asia Tenggara seperti mantan Menteri Luar Negeri RI Retno L.P. Marsudi, mantan Presiden Singapura Halimah Yacob sebagai patron penghargaan, serta sejumlah pemimpin dunia usaha dan pemerintahan.
Baca Juga: Gas Lapangan Sengeti Disebut Pasok Batam, PGN: Belum Terima Informasi Resmi
Sementara Pendiri 5P Global Movement, Arsjad Rasjid, mengatakan sosok Kardinal Quevedo mencerminkan semangat Bhinneka Tunggal Ika yang menempatkan keberagaman sebagai kekuatan, bukan sumber perpecahan.
"Perdamaian hanya dapat diwujudkan melalui rasa saling percaya, penghormatan, dan keberanian menjembatani perbedaan," ujar Rasjid.
Selain trofi, Kardinal Quevedo juga menerima hadiah sebesar USD 20 ribu serta kesempatan bertemu dan saling berbagi pengalaman bersama para pegiat perdamaian, pemimpin pemikiran, dan perwakilan berbagai sektor dari kawasan Asia Tenggara. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak