batampos — PT Pertamina membantah informasi mengenai pembatasan pembelian Pertalite untuk kendaraan dengan kapasitas mesin di atas 1.400 CC yang disebut mulai berlaku pada Juni 2026.
Marketing Support Media Pertamina Kepri, Galuh Anjasmara, menegaskan informasi yang ramai beredar di media sosial tersebut tidak benar dan bukan berasal dari Pertamina.
“Itu tidak benar. Pertamina tidak pernah mengeluarkan informasi tersebut,” ujarnya, Jumat (22/5).
Menurut Galuh, klarifikasi terkait isu tersebut juga telah disampaikan langsung oleh Pertamina pusat. Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya.
“Bahkan dari pusat juga sudah membantah. Kemungkinan informasi itu disebarkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, bukan dari Pertamina,” katanya.
Sebelumnya, beredar pesan berantai yang menyebut Pertamina akan membatasi pembelian Pertalite hanya untuk kendaraan dengan kapasitas mesin 1.400 CC ke bawah.
Informasi tersebut juga menyebut sejumlah kendaraan populer seperti Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Toyota Rush, Daihatsu Terios, Suzuki Ertiga, Suzuki XL7, hingga Mitsubishi Xpander dengan mesin 1.500 CC tidak lagi diperbolehkan membeli Pertalite.
Kabar itu langsung memicu keresahan masyarakat karena banyak kendaraan keluarga di Indonesia menggunakan kapasitas mesin 1.500 CC.
Menanggapi hal tersebut, Galuh mengimbau masyarakat agar tidak panik dan selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya.
“Masyarakat tidak perlu panik terhadap informasi yang belum tentu benar. Pastikan informasi berasal dari sumber resmi,” ujarnya.
Hingga saat ini, belum ada kebijakan resmi dari PT Pertamina terkait pelarangan kendaraan 1.500 CC membeli Pertalite seperti yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Editor : Jamil Qasim