batampos – Duta Besar Palestina untuk Republik Indonesia, H.E. Mr. Abdal Fatah A.K. Al-Sattar, mengaku terkesan dengan kerukunan masyarakat Kota Batam yang hidup berdampingan di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi bukti bahwa perbedaan bukan penghalang untuk membangun persatuan.
Hal itu disampaikan Al-Sattar saat melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam, Sekupang, Jumat (17/7).
Kunjungan tersebut diterima Kepala Kantor Kemenag Kota Batam, Budi Dermawan, didampingi Kepala Subbagian Tata Usaha Resdin Efendi Pasaribu, serta dihadiri para pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam se-Kota Batam.
Dalam sambutannya, Budi Dermawan menyampaikan apresiasi atas kunjungan Dubes Palestina beserta rombongan. Menurutnya, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda diplomatik, tetapi juga menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat kerja sama di bidang kemanusiaan, pendidikan, dan sosial.
Ia menjelaskan, Batam merupakan miniatur Indonesia karena dihuni masyarakat dari berbagai suku, agama, dan latar belakang budaya. Selain itu, ribuan warga negara asing juga tinggal dan bekerja di kota industri tersebut.
"Di tengah kemajemukan itu, Alhamdulillah kerukunan umat beragama di Kota Batam tetap terjaga dengan baik. Masyarakat hidup berdampingan dengan damai dan saling menghormati satu sama lain. Nilai-nilai inilah yang terus kami rawat melalui pembinaan dan penguatan moderasi beragama," ujar Budi.
Ia berharap hubungan baik antara masyarakat Batam dan Palestina yang selama ini terjalin melalui berbagai aksi kemanusiaan dapat terus diperkuat.
Sementara itu, Al-Sattar mengaku bahagia atas sambutan hangat yang diberikan jajaran Kemenag Kota Batam dan para tokoh masyarakat. Melalui penerjemah, ia mengatakan kunjungan tersebut merupakan pengalaman pertamanya menginjakkan kaki di Kota Batam.
"Saya sangat senang bisa berada di tengah-tengah Bapak dan Ibu semua. Terima kasih kepada Kepala Kantor Kemenag Batam atas sambutan yang begitu hangat. Ini adalah pertama kalinya saya datang ke Batam, dan saya melihat Batam sebagai kota yang indah dengan masyarakat yang sangat baik," katanya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Indonesia, khususnya warga Batam, yang terus menunjukkan solidaritas terhadap rakyat Palestina, baik melalui doa maupun bantuan kemanusiaan.
"Terima kasih atas segala bentuk dukungan yang terus mengalir kepada Palestina. Dukungan itu sangat berarti bagi rakyat kami. Bertemu dengan begitu banyak saudara di Batam menjadi kebahagiaan dan berkah bagi saya," ujarnya.
Al-Sattar mengaku kagum melihat Indonesia mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman.
"Saya sangat mengagumi Indonesia. Negara ini memiliki banyak agama, suku, dan budaya, tetapi masyarakatnya tetap hidup rukun dan damai. Itu adalah sesuatu yang sangat luar biasa," tuturnya.
Ia menegaskan, kunjungan ke Batam merupakan bagian dari misi kemanusiaan untuk mempererat hubungan persaudaraan antara masyarakat Palestina dan Indonesia, sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas di bidang pendidikan, sosial, dan kemanusiaan.
Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan dialog interaktif dan sesi tanya jawab bersama para undangan. Pertemuan ditutup dengan doa bersama, sesi foto, serta pertukaran cendera mata sebagai simbol eratnya persaudaraan Indonesia dan Palestina.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan kondusif dengan pengamanan 30 personel gabungan dari Brimob, Pam Obvit Polda Kepri, Polresta Barelang, dan Polsek Sekupang yang dipimpin Kapolsek Sekupang, Kompol Hippal Tua Sirait. (*)
Editor : Jamil Qasim