Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Jadi Ikon Seni dan Pariwisata, Taman Budaya Senilai Rp50 Miliar Segera Hadir di Batam

Abdul Azis Maulana • Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:30 WIB
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata. Foto: M. Sya
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata. Foto: M. Sya'ban / Batam Pos

Batampos - Pemerintah Kota Batam mulai menggerakkan proyek pembangunan Taman Budaya yang diproyeksikan menjadi pusat aktivitas seni, budaya, sekaligus ekonomi kreatif. Proyek senilai sekitar Rp50 miliar itu akan dibangun melalui skema tahun jamak (multiyears) selama tiga tahun dan menjadi salah satu program prioritas.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan Taman Budaya merupakan implementasi dari salah satu dari 15 program prioritas kepala daerah, yakni menghadirkan pusat seni dan budaya yang selama ini belum dimiliki Batam secara representatif.

"Ini merupakan salah satu program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, yaitu menyediakan pusat seni dan budaya bagi masyarakat," kata Ardiwinata, Sabtu, (18/7/2026).

Baca Juga: Pria Asal Makassar Ditemukan Meninggal di Wisma Tanjungpinang

Menurut Ardiwinata, pembangunan fasilitas tersebut tidak sekadar menghadirkan ruang pertunjukan, tetapi juga mengubah cara pemerintah memanfaatkan aset daerah. Selama ini, kata dia, banyak aset pemerintah hanya menjadi beban biaya pemeliharaan tanpa memberikan nilai tambah.

"Aset pemerintah harus bekerja untuk pemerintah, bukan pemerintah yang terus bekerja membiayai aset. Harapannya, Taman Budaya nanti bisa memberi kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah," ujarnya.

Sebelum menyusun konsep pembangunan, Disbudpar mengirim tim melakukan studi banding ke Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta. Kunjungan itu bertujuan mempelajari tata kelola pusat kebudayaan yang dinilai berhasil menggabungkan fungsi seni, pendidikan, dan ruang publik.

Baca Juga: Amerika Serikat Kerahkan Puluhan Pesawat Pengisian Bahan Bakar di Udara ke Israel

Tim tersebut melibatkan sejumlah tokoh seni dan budaya Batam, di antaranya Samson Rambah Pasir, Hasan Aspahani, serta Nair Datik, yang akan berperan dalam merumuskan arah pengembangan Taman Budaya.

Saat ini proyek masih berada pada tahap perencanaan. Pemerintah telah menetapkan konsultan melalui proses lelang untuk menyusun Detail Engineering Design (DED), sedangkan pembangunan fisik akan ditangani Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR).

Lokasi Taman Budaya direncanakan memanfaatkan aset Gedung Beringin yang berada di bawah pengelolaan Disbudpar Batam.

Ardiwinata mengatakan bangunan tersebut memang sengaja tidak difungsikan untuk aktivitas lain karena telah dipersiapkan menjadi kawasan pengembangan kebudayaan dan pariwisata.

Baca Juga: U-turn Simpang DAM Depan Pintu I Batamindo Bakal Ditutup Permanen

"Gedung Beringin dipilih karena merupakan aset Disbudpar. Selama ini bukan berarti tidak dimanfaatkan, tetapi memang dipersiapkan untuk menjadi amenitas kebudayaan dan pariwisata," katanya.

Pemerintah juga telah menyiapkan nama resmi Taman Budaya. Namun, Ardiwinata enggan mengungkapkannya karena akan diumumkan langsung oleh Wali Kota Batam.

Untuk pembangunan fisik, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp50 miliar melalui skema multiyears. Anggaran tersebut  telah memperoleh persetujuan DPRD Kota Batam.

"Nilainya sekitar Rp50 miliar dengan pembangunan selama kurang lebih tiga tahun. Alhamdulillah sudah mendapat persetujuan DPRD Kota Batam," ujarnya.

Keberadaan Taman Budaya nantinya diharapkan menjadi rumah bersama bagi seniman, budayawan, komunitas, dan pelaku ekonomi kreatif dari 17 subsektor yang berkembang di Batam. Fasilitas itu juga diproyeksikan melengkapi rencana pengembangan *creative hub* yang selama ini menjadi perhatian pemerintah daerah.

Menurut Ardiwinata, Batam membutuhkan ruang pertunjukan yang mampu menyelenggarakan agenda seni secara rutin. Kehadiran Taman Budaya diharapkan dapat mengisi kekosongan tersebut sekaligus memperkuat daya tarik wisata kota.

Baca Juga: 254 Masjid di Karimun Terdaftar di Database Nasional

Ia mengatakan, apabila telah beroperasi, Taman Budaya akan diarahkan menjadi salah satu destinasi yang masuk dalam paket perjalanan biro wisata sehingga dapat meningkatkan kunjungan wisatawan.

"Travel agent nantinya bisa memasukkan Taman Budaya ke dalam *itinerary* wisata. Pengelolaannya juga akan dipersiapkan, mulai dari sumber daya manusia, peralatan, hingga operasional," katanya.

Ardiwinata berharap proyek tersebut menjadi salah satu karya ikonik Kota Batam yang mampu menghadirkan pertunjukan seni secara berkala.

"Selama ini Batam belum memiliki ruang yang secara rutin menghadirkan pertunjukan seni. Mudah-mudahan Taman Budaya bisa menjadi ikon baru yang menghidupkan sektor seni sekaligus memperkuat pariwisata," pungkasnya. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
ikon budaya Batam Taman Budaya disparbud kota batam